Minggu, 23 Agustus 2009

PENGERTIAN SDM


Pengertian SDM
Untuk memahami pengertian SDM perlu dibedakan antara pengertiannya secara makro dan mikro. Pengertian SDM secara makro adalah semua manusia sebagai penduduk atau warga negara suatu negara atau dalam batas wilayah tertentu yang sudah memasuki usia angkatan kerja, baik yang sudah maupun belum memperoleh pekerjaan ( lapangan kerja ). Di samping itu SDM secara makro berarti juga penduduk yang berada dalam usia produktif, meskipun karena berbagai sebab dan/atau masalah masih terdapat yang belum produktif karena belum memasuki lapangan kerja yang terdapat di masyarakatnya.
SDM dalam arti makro secara sederhana adalah manusia atau orang yang bekerja atau menjadi anggota suatu organisasi yang disebut personil, pegawai, karyawan, pekerja, tenaga kerja dll. Sedang secara lebih khusus SDM dalam arti mikro di lingkungan sebuah organisasi/perusahaan pengertiannya dapat dilihat dari tiga sudut :
1. SDM adalah orang yang bekerja dan berfungsi sebagai asset organisasi/perusahaan yang dapat dihitung jumlahnya ( kuantitatif ). Dalam pengertian ini fungsi SDM tidak berbeda dari fungsi asset lainnya, sehingga dikelompokkan dan disebut sebagai sarana produksi, sebagaimana sebuah mesin, computer ( sumber daya teknologi ), investasi ( sumber daya financial ), gedung, mobil ( sumber daya materIal ) dll.
2. SDM adalah potensi yang menjadi motor penggerak organisasi/perusahaan. Setiap SDM berbeda-beda potensinya, maka kontribusinya dalam bekerja untuk mengkongkritkan Rencana Operasional Bisnis menjadi kegiatan bisnis tidak sama satu dengan yang lain. Kontribusinya itu sesuai dengan keterampilan dan keahlian masing-masing, harus dihargai antara lain dalam bentuk financial. Dalam kenyataannya semakin tinggi keterampilan dan keahliannya maka semakin besar pula penghargaan financial yang harus diberikan, yang berpengaruh pula pada biaya ( cost ) produksi, sehingga SDM berfungsi juga sebagai investasi.
3. Manusia sebagai sumber daya adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan YME, sebagai penggerak organisasi/perusahaan berbeda dengan sumber daya lainnya. Nilai-nilai kemanusiaannya yang dimilikinya, mengharuskan sumber daya manusia diperlakukan secara berlainan dengan sumber daya lainnya. Dalam nilai-nilai kemanusiaan itu terdapat potensi berupa keterampilan dan keahlian dan kepribadian termasuk harga diri, sikapr, motivasi, kebutuhan dll yang mengharuskan dilakukan Perenccanaan SDM, agar SDM yang dipekerjakan sesuai dengan kebutuhan organisasi/perusahaan.

Uraian-uraian mengenai manusia sebagai sumber daya menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk yang unik dan komplek, yang dalam bekerja di lingkungan sebuah perusahaan harus diperlakukan dengan Kualitas Kehidupan Kerja ( QWL ) yang baik agar memungkinkannya bekerja secara efektif, efisisen, produktif dan berkualitas. Di antaranya dalam bentuk memberikan kesempatan untuk berpartisipasi, mengembangkan kariernya, diperlakukan adil dalam menyelesaikan konflik yang dihadapinya, disupervisi secara jujur dan obyektif memperoleh upah yang layak dll. Dari keseluruhan uraian di atas, terdapat aspek yang sangat penting bahwa dalam Perencanaan SDM harus diperhitungkan keseluruhan biaya ( cost ) SDM yang diperlukan karena berpengaruh pada proses dan pembiayaan ( cost ) produksi. Pengaruh tersebut harus diperhitungkan dalam menetapkan harga dasar suatu produk ( barang atau jasa ), karena ikut menentukan kemampuan kompetitif organisasi/perusahaan dalam menghadapi kompetitornya.
Berdasarkan ketiga pengertian SDM secara mikro tersebut di atas, berarti sukses organisasi/perusahaan dalam mencapai tujuannya tidak sekedar ditentukan oleh jumlah SDM yang dipekerjakannya, tetapi sangat dipengaruhi oleh kualitas dan sifat kompetitifnya. Oleh karena itulah dapat disimpulkan bahwa eksistensi sebuah organisasi/perusahaan tidak dapat lebih baik dari Kualitas SDM yang dimilikinya. Dengan kata lain eksistensi sebuah organisasi/perusahaan tidak dapat melebihi potensi yang dimiliki SDM yang dipekerjakannya. Sedang bagi pekerja ( SDM ) dan organisasi/perusahaan perbedaan potensi berarti perbedaan prestasi yang berdampak pada perebedaan jabatan/posisi, prestise dan penghargaan financial/penghasilan. Di samping itu bagi organisasi/perusahaan perbedaan tersebut sebagaimana telah diketengahkan di atas, juga berarti perbedaan pembiayaan ( cost ) yang berpengaruh pada pembiayaan ( cost ) produksi. Dengan kata lain semakin besar jumlah SDM dan semakin tinggi ( langka) potensi atau keahlian SDM yang dipekerjakan, maka semakin besar pula investasi berupa pemberian upah tetap/bulanan, insentif, bonus, tunjangan jabatan, dana kesehatan, kendaraan, bahkan mungkin juga perumahan dll.
Sehubungan dengan uraian diatas berarti Perencanaan SDM selain untuk memprediksi dan menetapkan jumlah ( kuantitas ) dan potensi ( kualitas ) SDM yang diperlukan sebuah organisasi/perusahaan, juga harus memperhitungkan kemampuan membayar upah/gaji pembiayaan ( cost ) SDM lainnya. Prediksi itu dimaksudkan agar SDM yang dipekerjakan dapat melaksanakan semua volume dan beban kerja bisnis secara efektif dn efisien. Selanjutnya tugas Manajemen SDM lainnya setelah SDM bekerja adalah melakukan usaha untuk mengkongkritkan potensi berupa keterampilan dan keahlian yang bersifat abstrak, agar menjadi inisiatif, kreativitas, inovasi, gagasan dan intuisi dalam melaksanakan kegiatan bisnis. Bentuk kongkrit potensi SDM tersebut yang berpengaruh pada pencapaian tujuan organisasi/perusahaan disebut kontribusi SDM, di antaranya dapat berbentuk peningkatan produktivitas dan kualitas produk, kualitas pelayanan serta kemampuan memasarkan produk ( barang atau jasa ) yang bermuara pada peningkatan laba organisasi/perusahaan. Di samping itu kontribusi SDM tersebut dapat pula berbentuk kemampuan memecahkan masalah yang dihadapi perusahaan, keakuratan dalam membuat keputusan dan kebijaksanaan kemampuan mendesain produk sesuai kebutuhan dan keinginan konsumen, kemampuan memprediksi perubahan dan perekembangan bisnis di masa depan, kemampuan melakukan survey pasar, kemampuan mereduksi atau menghemat pembiayaan ( cost ) produksi dan pemasaran dll.
Bertolak dari uraian-uraian di atas, prediksi SDM untuk mengisi jabatan/pekerjaan yang kosong di masa depan dalam Perencanaan SDM, harus memperhatikan juga peranannya di lingkungan organisasi/perusahaan, yang dapat dibedakan sebagai berikut :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar